Tentang kisah konyol dan inspiratif dalam rumah tangga

20.43

Tragedi Tai Kucing

by , in

Tengah malam tadi, pukul satu, tiba-tiba Abang bangunin. Kirain mah yaaa abis beli martabak gitu, gak tahunya,

"Ummu bangun... Bersihin kasur kena tai kucing tuh. Kucingnya mencret."

Namanya saya lagi tidur, apalagi jam-jam segitu pas pulas-pulasnya. Males banget rasanya. Tapi Abang terus memanggil, tampaknya dia tidak bisa mengatasi masalah ini sebab katanya, kotoran kucing itu mengenai kepala Thoriq.

Gagaplah saya bangun, bingung gimana-gimananya. Jadi, langkah pertama adalah membersihkan Thoriq. Suruh dia mandi. Bayangin aja pukul satu dini hari, dia mandi keramas berkali-kali agar kotoran kucing itu hilang. Sementara saya membersihkan sisanya di kasur.

Kemudian, setelah semua beres, kami berbaring berjejer. Sambil merasakan udara yang membawa aroma tai kucing. Kok, baunya gak ilang-ilang sih? Rupanya, memang kepala Thoriq tetap bau. Pake banget. Tapi kan nggak mungkin nyuruh dia mandi kembang tengah malam, nanti ditegur sama Bang Caca Handika. Menjelang pukul tiga kami terlelap lagi dan bangun saat sahur.

Sebelum berangkat sekolah, Thoriq mandi sendiri. Ufh! Masih bau nih rambut. Jadi saya bersihkan ulang, pakai sabun colek warna ungu, shampo dan kondisioner malah. Hasilnya? Tetap bau!

Karena itu, gantian Abang yang memandikannya. Entah pakai sabun apa lagi. Dan setelahnya, masya Allah baunya begitu lengkeeeet gak mau ilang. Terpaksa langkah pamungkas dikeluarkan, yaitu mencukur rambut Thoriq. Sekalian, nyobain pencukur rambut baru.

Ulalaaa rupanya Abang mencukur terlalu pendek, ditambah Thoriqnya gak mau diem. Jadi deh pitak-pitak gitu kepalanya. Sebagai anak lelaki yang penentu ketampanannya adalah rambut, dia malu kalau rambutnya tampak cepak. Jadi hari ini dia mogok sekolah. Sekarang dia tidur, mungkin ngantuk dan lelah karena sudah bangun tengah malam.

Kasihan sih, tapi lucu. Aneh-aneh aja itu tragedi tai kucing! Pesan moral bagi Anda yang bukan pecinta kucing, jangan biarkan kucing tidur di kasur Anda. Sebab, kalau kucing mau BAB, dia nggak mungkin membangunkan Anda lalu berkata, "Om, Tante, Mpuss mau boker, miaaaaawww. Anterin ke WC dong, miaaaawww.". Kalau kucing keluar rumah, mau BAB tinggal gali sedikit tanah lalu timbun lagi harta karunnya yang beraroma sangat khas itu. Sekian kisah tragedi ini semoga tidak terulang lagi ya Allah... Sedih saya tuh. Hikss....

(*)
18.55

Kekuatan Cermin dan BB Cream

by , in
Kekuatan Cermin dan BB Cream
Perempuan itu senang jika dirinya menjadi baik, sebab itulah dia rajin melihat kekurangan dirinya. Akan lebih bagus jika diiringi dengan amal baik.
"Tahu nggak Bah, kenapa perempuan itu selalu suka bercermin?" Tanyaku pagi ini ke suami, saat sedang mengaplikasikan pelembab wajah.

"Kenapa?" Abah balik tanya.

Kenapa sih, perempuan kalau nemu cermin besar, naluri untuk bercermin sambil motret diri selalu muncul? Atau kalau nemu cermin apapun itu, di mana pun, seperti otomatis ingin menatap pantulan diri di cermin. Entah untuk benerin kerudung, pakai bedak, lipstik, eye shadow, maskara, apalagi alis. Kalau nggak lihat cermin, kurang afdhol begitu.

Tiada hari tanpa bercermin. Masuk kamar ada cermin, diliriknya tuh cermin. Mau naik motor lihat spion, sempet-sempetnya lirik spion. Bahkan ketika nggak ada cermin pun, buka kamera HP, bagian depan. Biar abis bercermin, langsung selfie.

Kenapa sih perempuan itu selalu dekat dengan cermin? Bahkan bahasa Arabnya saja mirip. Mar'ah (perempuan) dan Mir'ah (cermin). Sampai ibu tirinya Snow White aja bisa jahat gitu karena terobsesi sama cermin.

"Karena, perempuan itu nggak bisa lihat kesalahannya sendiri. Dia baru akan percaya bahwa dia salah, jika sudah melihat cermin. Salah make-up misalnya." Jawabku ngasal. Karena sering kejadian meski kerudungnya menyon, atau alisnya tinggi sebelah, gak bakal tahu sebelum lihat cermin. Jadi dia nggak akan ngerasa salah (meskipun dia salah) sebelum ada orang yang memberi tahu bahwa dia salah!

Lalu, walaupun dia sudah tahu bahwa dia salah, ternyata yang dilakukannya bukan dengan mudahnya mengaku, tapi malah pakai rumus BB Cream!

"Terus, tahu nggak Bah kenapa perempuan itu suka pakai make-up. Misalnya BB cream ini?" Tanyaku lagi.

"Kenapa?"

"Karena perempuan itu, meski dia udah salah, atau punya banyak kekurangan, dia pengen selalu tampil sempurna di depan orang lain. Dia nggak mau orang lain tahu kekurangannya, juga kesalahannya. Makanya itu dia tutupi. Seperti fungsi BB Cream ini, menyamarkan flek hitam di wajah. Seringnya kan perempuan kalau udah dandan mah cetar, beda sama aslinya."

"Ya ya ya...." Sahut Abah.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk, ia tidak bisa lurus untukmu di atas satu jalan. Bila engkau ingin bernikmat-nikmat dengannya maka engkau bisa bernikmat-nikmat dengannya namun padanya ada kebengkokan. Jika engkau memaksa untuk meluruskannya, engkau akan memecahkannya. Dan pecahnya adalah talaknya.” (HR. Muslim)


Sekian obrolan pagi yang anggap saja penuh filosofi ini. Kalau benar semoga bermanfaat, kalau salah tolong ingatkan saya. Silakan like dan share jika bermanfaat. (*)

Salam Cermin
Yuni Astuti
18.40

#NHW2 Membangun Komunitas

by , in
Menjadi bagian dari komunitas Ibu Profesional adalah sebuah kebahagiaan, sebab saya bisa berkumpul dengan para ibu pembelajar yang kesemuanya hebat. Selama ini team work yang sudah berjalan sangat baik, perlu ditingkatkan supaya lebih kompak.

Hal yang perlu diperbaiki mungkin adalah kita harus sering bertemu. Saat ini sudah intens sebenarnya, tinggal ditambah saja waktunya supaya semua elemen pengurus dan member bisa berperan serta dalam kemajuan komunitas.

Konflik pasti ada, baik kecil maupun besar. Namun semua itu lenyap karena kita punya visi dan misi yang sama. Yakni membangun peradaban masa depan yang lebih baik.

Mimpi saya untuk Ibu Profesional adalah komunitas ini menjadi motor perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Serta, dengan bertambah majunya komunitas yang baik ini, saya harapkan semua member berpartisipasi aktif supaya bisa terjadi regenerasi pengurus.
09.18

NHW #1 Menjadi PJ Rumah Belajar Menulis

by , in

NHW #1 Menjadi PJ Rumah Belajar Menulis


Awalnya saya bingung apa yang harus saya lakukan untuk menjadi PJ Rumah Belajar Menulis, merasa tidak sanggup menghandle amanah ini. Namun Bismillah saya tetap menerimanya. 

Apa sih yang member butuhkan saat mereka memutuskan masuk rumah belajar menulis? Apa sih yang mereka harapkan setelah mengikuti pembelajaran di Rumah Belajar Menulis ini? Saya khawatir mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa. 

We Need Partner

Sempat ada kevakuman beberapa waktu lamanya, di dalam Rumah Belajar Menulis tidak ada kegiatan apapun. Saya sempat berniat ingin mengundurkan diri, tetapi saya berusaha istiqomah. Alhamdulillah datanglah partner hebat itu, Teh Winda yang menemani langkah kaki saya. Mulailah kami membuat program-program yang ternyata disambut antusias oleh member. Membuat challenge 31 Hari Menulis di sosial media pun ramai. Sampai saya kewalahan saat diminta mengoreksi karya. Sekarang partner bertambah dua. Mbak Niya dan Bu Senny. Mereka semua adalah orang-orang hebat yang Allah kirimkan untuk memajukan Rumah Belajar Menulis.

Proyek Antologi Buku

Membuat antologi buku adalah proyek rutin dari Rumah Belajar Menulis. Sudah ada dua buku sebelumnya yang digarap setelah mengikuti kelas menulis intensif berbayar, yang ketiga ini "Kisah Bunda Menginspirasi Semesta" dibuat tanpa kelas intensif itu. Untuk mencetaknya juga tanpa sokongan dari regional. Jadi kami harus fight bagaimana pun caranya agar buku bisa cetak tepat waktu.

Oleh sebab itulah, kami berpikir, alangkah bagusnya jika kami mempunyai uang kas rumbel. Ya untuk kepentingan semacam ini. Mencetak buku membutuhkan modal cukup besar, dan menghilangkan program ini juga tidak mungkin. Padahal, sempat kerepotan mengumpulkan dana dari para pemesan buku. 

Semoga ke depannya Rumah Belajar Menulis bisa terus eksis dan memberi manfaat bagi para member. Semoga semua member bisa berbahagia berada di dalam Rumah Belajar Menulis ini.
06.05

Aliran Rasa Menjadi Pengurus Ibu Profesional

by , in
Tak terkatakan. Aku tak sanggup menjabarkan betapa bahagianya menjadi bagian dari Ibu Profesional. Ilmu kerumahtanggaan dan pengasuhan anak begitu banyak. Maka menjadi pengurus adalah bonus yang sangat asyik.

Tidak hanya mendapat ilmu menjadi istri dan ibu, tetapi juga ikut mengatur kesuksesan jalannya organisasi ini. Keren banget lah Mak.

Ada banyak teman yang bahu-membahu di bidangnya masih. Ada yang hobi menjahit, jadi instruktur jahit. Member pun jadi pandai membuat pakaian sendiri. Ada yang hobi dandan, maka dia mengajarkan emak-emak lainnya dandan juga biar sama-sama cantik. Ada pula emak yang hobi memasak, dia ciptakan resep masakan enak lalu mengajari emak lainnya memasak. Seru lah.

Sesuai tagline Ibu Profesional: Berbagi dan melayani. Jadi Ibu Profesional itu, terutama pengurus akan selalu berusaha yang terbaik demi keberlangsungan Ibu Profesional. Memajukan para emak agar profesional sebagai istri, ibu dan anggota masyarakat. Aku bangga jadi pengurus. Bangga berada di lingkungan Ibu Profesional.
09.34

Sudah Nonton Romance is a Bonus Book?

by , in
Sudah Nonton Romance is a Bonus Book?

Romance is a Bonus Book

emakbaper.blog,- Pernah nggak Mak, punya pengalaman romantis bersama buku? Atau, punya kisah hidup yang berkaitan dengan buku. Misalnya ketemu suami gara-gara sering gak sengaja berpapasan di perpustakaan, lalu kejedot saat mau ambil buku yang sama. Oke, that's too much dramas.
03.02

Review Drakor: What's Wrong Poongsang?

by , in
Review Drakor: What's Wrong Poongsang
Sumber: google.com
Poongsang, tulang punggung yang mengurus keempat adiknya yang bermasalah.

emakbaper.blog,- Review Drakor kali ini saya akan mengulas drakor berjudul:
"What's Wrong Poongsang (Liver or Die)"

Mak, kebayang nggak gimana rasanya jadi anak sulung yang mengurus empat adik sekaligus mengurus rumah tangga sendiri? Drama ini menjawab kegemesan itu. Si tokoh bernama Poongsang merawat keempat adiknya yang sudah dewasa semua, dan selalu bermasalah sampai-sampai istrinya nggak kuat lalu minta cerai. Awal drama aja dibuka dengan keributan yang mereka timbulkan di rumah duka, saat ayahnya meninggal tapi nggak ada yang melayat. Malah berlima ribut semua.

Adik-adik yang Bermasalah

Adik pertama, Jin Sang, pengangguran yang pemalas dan hobi berjudi. Seringkali Poongsang menanggung kerugian misal hartanya dicuri Jin Sang buat main judi, atau membayar utang-utang judi Jin Sang.

Adik kedua, kembar Jeong Sang dan Hwa Sang. Mereka selalu bertengkar. Jeong Sang adalah anak yang paling sukses di antara keempat saudaranya. Dia jadi dokter, tapi terlibat affair sama suami orang. Sedangkan Hwa Sang, pemalas dan suuzon terus terutama kepada saudara kembarnya. Dia pinginnya kerja di bar, yang cuma nemenin tamu minum tapi dapat uang dengan mudah.

Adik bungsunya, Wae Sang. Dia bercita-cita jadi pemain baseball tapi nggak kesampaian sebab orangtuanya nggak sanggup biayain. Jadi dia terlibat dengan dunia mafia. Sempet jadi sopir panggilan dan pekerja paruh waktu tapi akhirnya kembali ke dunia mafia yang nyaris merenggut nyawanya. Dia juga jatuh cinta pada wanita yang lebih tua darinya dan kaya raya. Sedangkan Wae Sang hanya lulusan SMP.

Konflik Makin Memuncak

Konflik hanya berkisar pada kekacauan yang adik-adiknya timbulkan. Semakin memuncak saat Poongsang divonis menderita kanker hati. Dia harus segera menjalani transportasi liver. Masalahnya, siapa yang bisa mendonorkan organ penting itu?

Sekian lama Poongsang menyimpan masalahnya sendiri. Anaknya, Joong Yi mencelanya saat dia datang ke sekolah anaknya.

"Ayah bau dan menjijikkan!"

Padahal, bau itu bersumber dari penyakitnya. Hanya ada satu orang yang tahu tentang kondisi Poongsang yaitu Yeol Han, suami Jeong Sang. Yap, Jeong Sang pernah dilabrak oleh istri pacarnya kemudian sempat down tapi akhirnya move on dan mau menikah dengan pria single. Yeeeeeaaaaa!!

Ketika akhirnya Jeong Sang tahu tentang penyakit Poongsang, dia menangis dan menyesal telah meminta keluar dari silsilah keluarga. (Ngelunjak bener nih cewek, udah dibiayain sampai jadi dokter eh minta cabut dari keluarga lantaran malu keluarganya memalukan katanya. Iya sih dia doang yang sukses, sodaranya yang lain madesu kabeh. Tapi kan nggak boleh gitu laaah..  balas budi dong...)

Jeong Sang mau mendonorkan livernya, tapi livernya terlalu kecil. Dia baru bisa mendonor kalau digabung dengan adik kembarnya, Hwa Sang. Dia pun menyusun rencana melunakkan hati Hwa Sang yang suka barang-barang branded padahal budget pas-pasan. Pada akhirnya Hwa Sang ngambek karena dia menganggap Poongsang lebih sayang Jeong Sang karena cuma Jeong Sang yang tahu tentang penyakit Poongsang. Dasar suuzon aja sih dia mah, negatif thinking terus sama orang.

Jin Sang juga menyebalkan, dia awalnya nggak mau nyumbang liver karena pernah dimasukkan Poongsang ke Rumah Sakit Jiwa. Ketika akhirnya dia mau nyumbang, malah livernya penuh lemak. Disuruh diet, curang terus.

Wae Sang kecewa setelah hubungannya dengan pacarnya tidak direstui, dan dia tahu bahwa dia bukan saudara kandung Poongsang. Apalagi pernah waktu kecil dia ditaro di panti asuhan. Terus dia nekad jadi mafia lagi.

Ke mana ibu mereka? Nyebelin sih, jadi ibu yang gemar pacaran sama cowok-cowok muda, nelantarin anak-anaknya dan hobi berjudi. Pas dia mau nyumbang liver, minta duit 20.000 dolar terus kabur. Biadab kan?

Endingnya....

Endingnya sih happy... Poongsang sembuh, Hwa Sang dan Jeong Sang akur, Jin Sang dapet kerja, dan Wae Sang sembuh​ dari koma. Keluarga Poongsang juga akur lagi, nggak jadi cerai.

Well, setiap keluarga pasti punya masalahnya masing-masing. Dan separah apapun pertengkaran antar saudara, pasti bakal berbaikan lagi. Tapi kalau bisa selalu rukun kan bahagia banget ya? 🥰