• Home
  • Kuliner
  • Pernikahan
  • Review Drama Korea
  • Travelling

Diary Emak Baper

Tentang kisah konyol dan inspiratif dalam rumah tangga

New

Kamu Curang, Aku Bodo Amat

18.20 Curhat Konyol, Keluarga, Menulis
Sumber foto: https://www.permainan-tradisional.com/2016/06/petak-umpet-permainan-tradisional-yang.html?m=1


Dulu, waktu kecil saya suka main petak umpet, jamuran, cingklong, boy-boyan, lompat tali dll.. Semua permainan tradisional itu menjunjung tinggi sportivitas. Ketika suatu saat ada anak yang main curang, misalnya main sebelum tiba giliran, tetap main meski sudah 'mati', ngintip saat lempar gacon di permainan cingklong untuk dapat bintang, bergerak saat seharusnya diam di permainan jamuran tanpa bilang 'cimit', atau ngumpet di rumah sambil minum, makan atau bablas ngorok saat main petak umpet, tentu dia akan mendapat sorakan memalukan: CURAAAAAANG ....!

Maka beramai-ramai dengan kebaikan kedelai hitam, tanpa meminta pengadilan Mahkamah Emak Bapak, kami 'hukum' orang itu dengan cara tidak mengajaknya main lagi. Bahkan kalau perlu dia diblacklist dari daftar anak yang bisa diajak bermain. Ngapain ngajak dia? Orang suka main curang? Malesin kan? Bintang saya di tanah cingklong sedikit, dia banyak. Atau saya jaga terus, dia asyik lari-larian. Kan nyebelin. Intinya semua kecurangan yang dia lakukan itu merugikan pemain lain lah. Soalnya, yang menang itu biasanya banyak keuntungan sih. Bintangnya banyak sehingga bebas jalan tanpa harus lompat, bebas lari tanpa capek jaga benteng, atau ngejar-ngejar tapi kamu terus menghindar (aiiihhh...)

Ya pada akhir permainan, nggak ada ceritanya tuh anak yang curang dapet ucapan selamat apalagi ada perayaan macam suku kanibal di pedalaman. Yang ada, dia disoraki, dipermalukan, kalau perlu dilempari karet, bola boy-boyan, gacon, atau tanah. Dan itu rasanya sungguh menyakitkan gaes... Maluuuu.... Sementara yang sportif, meski kalah dalam permainan, dia bisa pulang dengan bangga, baju kotor penuh tanah gak masalah, bisa dicuci sama Emak, dan makan dengan lahap, lalu tidur dengan nyenyak. Kalau ketemu si curang lagi di tempat ngaji, ya gue bodo amat. Males aja main sama dia lagi. Ntar curang juga, nyerobot antrean ngaji. Kan males banget?

Setelah dewasa, saya jadi tahu bahwa dalam Islam yang namanya curang itu dosa besar gaes... Ngeri banget deh.

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (al-Muthaffifin: 1—3)









*) Yuni Astuti.

di 18.20
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Curhat Konyol, Keluarga, Menulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan tinggalkan komentarmu di sini, jangan tinggalkan hatimu di sembarang tempat ^_^

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Author

About Me
Saya adalah seorang Emak dari tiga anak lelaki yang selalu membuat heboh rumah. Saya suka menulis, makan dan jalan-jalan. click here →

Popular

  • Jangan Nyinyiri Pesantren
     Kisruh. Sepekan terakhir ini ada banyak sekali keriuhan dalam sosial media kita. Tentang narasi yang dilontarkan Xpose Uncencored yang dita...
  • Masjid Jogokaryan; Viral dan Jadi Idaman
    Masjid Jogokaryan; Viral dan Jadi Idaman
    Masjid yang viral Karena saldo kas selalu nol Saldo kas masjid selalu nol adalah ciri khas Masjid Jogokariyan yang membuatnya viral. M...
  • Karangantu, Pelabuhan Berkelas Internasional yang Kini Dilupakan
    Karangantu, Pelabuhan Berkelas Internasional yang Kini Dilupakan
    Oleh: Yuni Astuti Karangantu. Mungkin bagi yang belum tahu, akan merasa seram dengan nama itu. Namun, Karangantu bukan sekadar nama...

Blog Archive

  • Oktober 2025 (1)
  • Maret 2020 (1)
  • November 2019 (11)
  • September 2019 (3)
  • Agustus 2019 (6)
  • Juli 2019 (1)
  • Juni 2019 (4)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (4)
  • Maret 2019 (8)
  • Maret 2017 (3)

Tags

  • Catatan Perjalanan
  • Curhat Konyol
  • FLP
  • Ibu Profesional
  • Inspirasi
  • Kehamilan
  • Keluarga
  • Kuliner
  • Mastera 2019
  • Menulis
  • Parenting
  • Pasutri
  • Perempuan
  • Pernikahan
  • Review Drama Korea
  • Review Film
  • Sejarah
  • Travelling

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tentang Saya

Foto saya
Yuni Astuti
Serang, Banten, Indonesia
Seorang ibu rumah tangga, suka menulis, suka membaca, suka sejarah, suka petualangan....
Lihat profil lengkapku

Categories

  • Catatan Perjalanan (18)
  • Curhat Konyol (1)
  • FLP (1)
  • Ibu Profesional (2)
  • Inspirasi (5)
  • Kehamilan (2)
  • Keluarga (5)
  • Kuliner (1)
  • Mastera 2019 (1)
  • Menulis (6)
  • Parenting (3)
  • Pasutri (3)
  • Perempuan (9)
  • Pernikahan (5)
  • Review Drama Korea (3)
  • Review Film (6)
  • Sejarah (4)
  • Travelling (17)

Tags

Catatan Perjalanan (18) Curhat Konyol (1) FLP (1) Ibu Profesional (2) Inspirasi (5) Kehamilan (2) Keluarga (5) Kuliner (1) Mastera 2019 (1) Menulis (6) Parenting (3) Pasutri (3) Perempuan (9) Pernikahan (5) Review Drama Korea (3) Review Film (6) Sejarah (4) Travelling (17)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Crafted with by TemplatesYard | Distributed by Gooyaabi Templates